Maluku.targetindo.com SBB – Tiga malam lampu PLN jalur petuanan kembali padam. Warga Dusun Huhua Desa Buano Utara Kec. Huamual Belakang Kab. Seram Bagian Barat merasa keresahan.
Saya mengutuk kinerja Kepala PLN Ranting Buano Rayon Piru – cabang Masohi, atas ketidak becusnya menjadi Kepala Ranting sebab kejadian padam lampu jalur petuanan selama tiga malam berturut-turut tanpa informasi “ungkap faisal, salah satu mahasiswa IAIN Ambon yang merupakan Warga Dusun Huhua. (09/04)
Mengingat tangal 10 besok malam masyarakat Buano Utara telah memasuki malam pertama sahur, begitu saja dengan masyarakat Dusun Huhua. Sementara dari hari rabu tanggal 06 sampai jumat tanggal 09 PLN jalur petuanan padam tanpa ada informasi hingga pada malam ini, kami masyarakat Dusun Huhua sangata khawatir dengan kondisi PLN yang sekarang ini. Mengingat besok malam sudah sahur, bilah PLN Jalur petuanan belum juga menyala maka kami masyarakat Dusun Huhua pasti akan sahur dengan menggunakan pelita kecil. Ungkap Sombalatu.
“Saya sampaikan melelaui media, lagi-lagi saya ingatkan buat kepala Ranting PLN Jalur Petuanan, apabilah besok malam lampu jalur petuanan belum lagi menyala besok malam, maka jangan salahkan kami jika menjalankan aksi unjuk rasa dengan skala besar dengan gabungan petuanan Pulau Buano di Kab. SBB usai Malam ketiga sahur Jika tidak di kabupaten, maka instansi terkait saya jaminkan rata dengan tanah “, tegas Sombalatu.
Sombalatu melanjutkan, dengan terkini dan dalam menjelang bulan suci ramadhan, harapan kami agar Kepala Ranting PLN Buano lebih jeli dalam masalah masalah yang ada, sehingga di upayakan agar besok malam di sahur pertama dan seterusnya tidak lagi menjalankan listrik padam di jalur petuanan. Mengingat sering terjadi mati lampu saat sholat diwaktu malam, kami sudah merasa bosan jika pengalaman dihari lalu terulang lagi di bulan ramadhan tahun ini


